
Dengan serangan hampir setiap hari dari drone Shahed Rusia, para insinyur Ukraina menciptakan sistem pertahanan udara otonom untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur.
Sejak dimulainya invasi besar-besaran oleh Rusia pada 24 Februari 2022, lebih dari 45.000 drone serang telah diluncurkan ke Ukraina. Pesawat tak berawak ini, banyak di antaranya bertipe Shahed-136 buatan Iran, menargetkan infrastruktur energi, area pemukiman, dan pusat kota dengan tujuan menebar teror di kalangan warga sipil. Kota-kota yang paling terdampak termasuk Kharkiv, Sumy, Dnipro, Zaporizhzhia, Kyiv, dan Odesa.
+ Belarus menerima batch baru jet tempur multiguna Su-30SM2 dari Rusia
Frekuensi serangan — lebih dari 100 drone per hari menurut perkiraan — menandai intensitas perang drone yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern.
Ancaman yang terus berlanjut
Menghadapi situasi ini, bahkan dengan bantuan sistem pertahanan udara Barat, jet tempur, dan drone interseptor, beban berat pada pertahanan membuat solusi tambahan menjadi perlu. Maka lahirlah Sky Sentinel, sebuah sistem pertahanan udara otonom yang dikembangkan secara nasional oleh para insinyur Ukraina.
Sekilas, Sky Sentinel tampak seperti menara logam biasa di ladang. Namun di balik desain sederhananya terdapat menara pertahanan yang kuat, dilengkapi kecerdasan buatan, senapan mesin berat M2 Browning dengan rotasi 360° dan kemampuan deteksi serta penyerangan otomatis.
Selama pengujian, sistem ini menunjukkan kemampuan menetralkan drone hingga lima kali lebih kecil dari Shahed-136, dan dalam kondisi tertentu, bahkan rudal jelajah. Ancaman apa pun yang memasuki radius menara akan otomatis dilacak dan diserang.
Efisiensi dan penghematan dalam pertempuran
Selain efektif, Sky Sentinel juga sangat ekonomis. Setiap unit berharga sekitar US$150.000, dan untuk melindungi satu kota diperlukan antara 10 hingga 30 menara — jauh lebih murah dibandingkan biaya rudal intersepsi konvensional. Sebagai perbandingan, satu drone Shahed-136 berharga sekitar US$100.000, menjadikan Sky Sentinel solusi yang hemat biaya untuk mengatasi ancaman udara terus-menerus.
Prospek penggunaan dan pengembangan

Jangkauan maksimum Sky Sentinel tetap dirahasiakan, namun pihak berwenang menyatakan bahwa versi masa depan sedang dikembangkan untuk misi yang lebih luas. Dengan kemampuannya beradaptasi di pusat kota dan zona konflik, Sky Sentinel diperkirakan akan menjadi salah satu pilar pertahanan udara Ukraina di masa depan.
Sumber dan gambar: Kementerian Pertahanan Ukraina. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
